Selasa, 01 November 2011

Dampak Sering Konsumsi Bebek bagi Bumil



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
MENGINJAK bulan ke-3 usia kehamilan, hampir setiap hari saya makan daging bebek. Dari dulu saya memang lebih doyan daging bebek daripada ayam. Tapi, Ibu saya mengingatkan agar saya tak boleh sering-sering makan daging bebek, katanya banyak lemaknya, nggak baik untuk kehamilan.

Apakah benar, Dok? Apa yang sebaiknya saya lakukan? Mohon sarannya.
Erina Poerwito, Solo

Jawab:

Dr Diani Adrina, SpGK dari RS Pusat Pertamina menjelaskan, memang benar karena kandungan lemak daging bebek lebih banyak daripada daging ayam. Dalam 86 g daging bebek terkandung 76 mg kolesterol dan 9,6 g lemak sedangkan dalam 86 g daging ayam terkandung 73 mg kolesterol dan hanya 3,07 g lemak.

Hindari Kulit dan Organ Dalam

Jika Ibu mengonsumsi bagian kulit bebek maupun ayam secara berlebihan tentu akan berakibat kurang baik, utamanya pada masa kehamilan ini. Mengapa? Karena bagian kulit terbukti sangat tinggi lemak dan kolesterol.

Lemak dan kolesterol yang berlebih pada ibu hamil sangat berisiko tinggi terhadap timbulnya penyakit pada kehamilan, seperti hipertensi dan diabetes gestasional yang dapat mengganggu sirkulasi darah kepada janin melalui plasenta.

Selain kulit, bagian organ dalam (seperti hati atau usus) bebek dan ayam juga mengandung tinggi lemak dan kolesterol. Sehingga sebaiknya konsumsi dagingnya saja.

Juga, sebaiknya hindari makan hidangan dari hati angsa atau bebek yang tidak dimasak sampai matang. Sebab, makanan ini bisa mengandung listeria, jenis bakteri yang berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya.

Kukus atau Panggang

Agar bumil tetap bisa bebas makan bebek tanpa takut terkena gangguan kesehatan, yang terpenting tentu saja konsumsi yang tidak berlebihan.

Batasi konsumsi hanya seminggu 1-2 kali dan disarankan untuk konsumsi dagingnya saja. Sementara pengolahannya dianjurkan dengan cara dikukus atau panggang. Kurangi asupan makanan sumber lemak yang lain seperti susu full cream, kudapan yang digoreng, atau kripik/krupuk.

Fakta Seputar Bebek

1. Daging bebek sebagian besar mengandung serat merah. Pada bagian dada bebek, serabut merah sebanyak 84 persen dan serabut putih 16 persen. Daging yang sebagian besar terdiri atas serabut merah mempunyai kadar protein yang lebih rendah dan kadar lemak yang tinggi dibandingkan dengan daging yang sebagian besar terdiri dari serabut putih.

2. Kadar protein daging bebek berkisar antara 18.6 – 19.6 persen dan lemak berkisar antara 2.7 – 6.8 persen.

3. Per 100 gram daging bebek bagian dada tanpa kulit mengandung protein sebanyak 28 gram

4. Per 100 gr daging bebek bagian dada tanpa kulit mengandung zat besi (Fe) sebanyak 5 mg.

6. Mengapa bebek tinggi lemak? Bebek memiliki kemampuan tinggi mendeposit lemak dibandingkan dengan ayam, karena lemak diperlukan untuk melindungi tubuhnya dari kedinginan pada saat berendam dalam air, serta digunakan untuk meminyaki tubuhnya agar tidak basah ketika berada dalam air.

7. Baby duck atau bebek muda yang umurnya berkisar 3-4 minggu dan beratnya tidak lebih dari 1 kg, kadar lemaknya tidak sebanyak bebek dewasa dan dagingnya jauh lebih lembut dan empuk. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)
(//ftr)

Bumil, Please Hindari Makanan Manis!



(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)
POLA makan untuk bumil dengan diabetes sama saja dengan penderita diabetes pada umumnya. Kebutuhan kalori tetap diperhitungkan dari berat badan, tinggi badan dan usia.

dr Pauline Endang P, MS. SpGK, Kepala Instalasi Gizi RSUP Fatmawati menggambarkan, misal bumil dengan usia 40 tahun, BB 50 kg, TB 155 cm, maka kebutuhan makan BuMil pada trimester pertama sebesar 30 kcal/kg BB/hari, yaitu sebesar 1500 kcal dengan komposisi karbohidrat sebanyak 225 gram, lemak 40 gram dan protein sebesar 60 gram.

Kebutuhan tersebut dibagi menjadi 3 kali makan utama dan 3 kali makan selingan. Sementara saat usia kandungan memasuki trimester 2 dan 3, kebutuhan meningkat menjadi 300-500 kcal perhari. Dengan catatan, komposisi makanan harus seimbang dan makanan yang diasup memiliki nilai indeks glikemiks yang rendah.

Atur Pola Makan
Agar gula darah normal, dr Pauline menyarankan sebaiknya BuMil menghindari makanan yang mengandung glukosa tinggi seperti: gula-gula murni, makanan yang kandungan seratnya sangat sedikit seperti bubur ayam (segala macam bubur), makanan yang digoreng berkali-kali, jus.

Bila ingin makan buah, sebaiknya pilih buah segar / tanpa diolah. Pilihlah buah-buahan yang tidak mengandung kadar gula tinggi seperti mangga, durian, anggur, kelengkeng, sawo, pisang ambon.

Buah-buahan yang dianjurkan bagi pengidap diabetes adalah buah yang berserat tinggi seperti apel, pepaya, pir, belimbing, dan jeruk. Tingginya kesadaran bumil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dan diet dengan baik akan dapat menurunkan risiko kelahiran bayi besar dan risiko persalinan.

Contoh Menu Sehat untuk BuMil Diabetes

- Sarapan (7.00 WIB)
Nasi 100 gr/1 centong nasi, 1 potong tempe/ tahu, 1 potong ikan dan semangkuk sayur sop/ bayam)

- Snack Pagi (10.00 WIB)
1 buah apel seberat 200 gram

- Makan Siang (13.00 WIB)
1 centong nasi, 1 potong tempe/ tahu, sepotong daging dan sayur

- Snack Sore (16.00 WIB)
Sepotong pepaya atau semangkuk kecil oatmeal (bubur gandum)

- Makan Malam (19.00 WIB)
1 centong nasi, sepotong tempe/ tahu, telur dadar dan sayur

- Snack Malam (22.00 WIB)
1 buah pir dan crackers yang tidak manis / roti gandum / 1 potong lemper.

Catatan:

1. Menu bisa divariasikan agar tidak bosan.
2. Nasi putih sebaiknya diganti dengan beras merah.
3. Untuk mendapatkan kebutuhan akan kalsium, bumil bisa minum susu rendah lemak atau sering mengonsumsi tablet kalsium.
4. Snack malam harus ada supaya tidak terjadi hipoglikemia.
5. Dalam melakukan diet sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter gizi. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)
(//ftr)

Cara Simpel Cegah Osteoporosis



Minggu, 30 Oktober 2011 - 09:43 wib
Atasi osteoporosis dengan olahraga (Foto: Corbis)
Atasi osteoporosis dengan olahraga (Foto: Corbis)
OSTEOPOROSIS memang tidak dapat disembuhkan, tapi bisa dikontrol untuk memperlambat kehilangan massa tulang dan meningkatkan kepadatan tulang untuk mencegah keretakan tulang dan mengurangi rasa sakit.
 
Berikut beberapa langkah sederhana yang mudah dilakukan:
- Terapkan pola makan sehat dan gizi seimbang.
 
- Biasakan minum susu secara teratur untuk menjaga agar tulang tetap padat. Susu adalah salah satu bahan makanan kalsium terbaik untuk tulang di antara sumber kalsium yang lain - satu sendok teh susu mengandung 50 mg kalsium.
- Hindari duduk terlalu lama saat mengerjakan suatu pekerjaan. Jika tidak sempat berolahraga, lakukan aktivitas ringan seperti stretching atau jalan di tempat untuk meregangkan otot-otot.
 
- Sempatkanlah untuk berolahraga walaupun cuma sebentar atau perbanyak aktivitas fisik lainnya seperti berjalan kaki.
 
- Biasakan terpapar sinar matahari pagi - berfungsi mengaktifkan vitamin D (di bawah kulit) untuk mempermudah penyerapan kalsium dalam tubuh - sebelum pukul 09.00 dan sore hari setelah pukul 15.00. Saat terpapar cahaya matahari, vitamin D akan aktif dan berubah menjadi vitamin D3. Bentuk aktif vitamin inilah yang berguna bagi tulang.
 
- Hindari diet terlalu ketat (fad diet). Pastikan asupan kalsium dan vitamin D tetap tercukupi.
 
- Waspadai beberapa faktor yang memberikan efek negatif terhadap tulang diantaranya berat badan kurang (terlalu kurus), gangguan pola makan, penurunan berat badan yang salah, dan gangguan penyerapan laktosa.
 
- Agar kepadatan tulang terjaga, kurangi kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi garam berlebih dan mengonsumsi kopi, alkohol serta minuman bersoda.
 
Penuhi Kecukupan Kalsium
 
“Selain pencegahan, yang perlu diperhatikan agar terhindar dari osteoporosis adalah penuhi kecukupan kalsium dan vitamin D sejak kecil,” saran dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK, dokter spesialis Gizi Klinik dari Fakultas Kedokteran UI. Menurutnya, untuk usia produktif (19 – 50 tahun), kecukupan kalsium yang harus dipenuhi adalah 1000 mg per hari dan kebutuhan vitamin D adalah 200 IU (international unit).
 
Sumber vitamin D dapat diperoleh dari ikan salmon, mackerel, minyak ikan, susu, keju, telur, margarin. Konsumsi juga kacang-kacangan, tahu, tempe, dan sayuran hijau sebagai sumber kalsium.
 
Selain nutrisi seimbang, untuk menjaga kesehatan tulang, diperlukan pula  asupan protein - berkisar 10 – 15 persen dari total kalori yang dimakan. “Kekurangan protein dapat menyebabkan risiko rapuh tulang (patah tulang) dan berefek negatif terhadap proses penyembuhan akibat patah tulang,” alas dr.  Fiastuti.
 
Bila Tidak Doyan Susu
 
Sumber kalsium terbaik memang ada pada susu. Tapi, bagaimana bila Moms tidak suka minum susu? Tak masalah! Dokter Fiastuti menyarankan untuk tetap mengonsumsi susu dalam bentuk lain, seperti:
- Buatlah makanan atau snack menggunakan tambahan bubuk susu misalnya puding, skotel, dan sebagainya.
- Buat sup krim dengan tambahan susu.
- Tambahkan susu pada minuman coklat.
Makanlah makanan penutup dari produk susu seperti es krim, yogurt, kue-kue.
- Tambahkan yogurt pada buah-buahan yang dikonsumsi. (Sumber: Mom & Kiddie)
(//tty)

Kesemutan Gejala Kerusakan Saraf


BANYAK orang mengabaikan kesemutan. Padahal bila kesemutan terjadi di areal tertentu, bisa jadi ini merupakan gejala awal rusaknya jaringan saraf.

Hampir semua orang pernah mengalami kesemutan atau gringgingan (bahasa Jawa-red). Entah itu pada tangan karena terlalu lama bertumpu pada sesuatu, atau kesemutan pada kaki karena kaki terlalu lama terlipat. Selain pada tangan, jari-jari, maupun kaki, kesemutan juga sering terjadi di area bahu.

Hampir sama dengan kesemutan pada tangan dan kaki, kesemutan di bahu juga sering sekali diabaikan penderita. Itu karena tidak banyak yang tahu bahwa kesemutan di atas lengan itu merupakan rambu-rambu tubuh yang mengatakan kalau telah terjadi gangguan saraf atau terjadinya penjepitan saraf.

"Yang harus dilakukan jika mengalami kesemutan dari bahu hingga ujung-ujung jari adalah memeriksakan tulang belakang ke dokter sesegera mungkin," kata spesialis neurologi (spesialis saraf) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr Irwan Effendi, beberapa waktu lalu.

Dr Irwan menyebutkan, selama ini masyarakat memang cenderung menyepelekan kesemutan. Mereka menganggap kesemutan adalah hal yang wajar. Sikap tersebut terjadi karena tidak bisa membedakan jenis-jenis kesemutan yang mereka alami. "Hal itu sebenarnya wajar karena kesemutan bisa disebabkan tangan yang terlalu lama bertumpu atau mengalami tekanan. Bisa pula terjadi karena kaki terlalu lama ditekuk atau posisi duduk yang salah. Hal itu bagi masyarakat dianggap sama dengan kesemutan yang terjadi di bahu," kata dokter berkacamata minus tersebut.

Kesemutan dalam bahasa medis disebut paresthesia. Gangguan ini terjadi karena gangguan saraf tepi (perifer), yakni saraf di luar jaringan otak. Misalnya di tangan, kaki, dan bagian badan lainnya. Gangguan saraf tepi yang menimbulkan kesemutan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Di antaranya, tertekan pada area kesemutan. Misalnya, jika daerah lengan atas tertekan oleh sesuatu atau terlipat (tertekuk), maka akan terjadi gangguan aliran darah pada area di bawahnya sehingga menimbulkan kesemutan di bagian bawah area yang tertekan atau tertekuk tersebut. "Kesemutan jenis ini bisa saja terjadi saat mengemudikan motor dalam tempo lama dan berulang. Mirip dengan kabel listrik yang tertekan, maka aliran setrum listrik akan terganggu," katanya.

Sementara posisi duduk dengan lengan tertekuk pada siku dalam waktu lama dapat mengakibatkan kesemutan di lengan bawah karena berkurangnya sirkulasi darah. Demikian pula jika lutut tertekuk dalam waktu lama, maka daerah betis ke bawah dapat mengalami kesemutan.

Kesemutan juga bisa terjadi karena gangguan metabolisme. Misalnya pada penderita diabetes di mana dapat terjadi mikroangiopati (kekurangan makanan pada saraf) sehingga pembuluh darah dan saraf tepi (perifer) mengalami gangguan. Akibatnya,akan timbul kesemutan.

"Infeksi pada jaringan ikat juga dapat menimbulkan kesemutan karena tekanan terjadi pada serabut saraf di daerah yang terkena infeksi," tutur dia.

Tidak sampai di situ saja, gangguan pembuluh darah, pada beberapa penyakit dengan penyempitan pembuluh darah (atherosclerosis) dapat menimbulkan kesemutan karena kekurangan asupan makanan di daerah yang dialiri pembuluh darah yang terganggu tersebut. Selain itu kekurangan vitamin B12 pada penderita defisiensi B 12 bisa pula menyebabkan kesemutan.
"Defisiensi B12 bisa menyebabkan demyelinisasi atau gangguan pada selaput (myelin) yang membungkus saraf sehingga menimbulkan kesemutan," katanya.

Untuk mengobati kesemutan yang terkadang mengganggu, apalagi jika berlarut-larut, menurut Irwan, adalah kenali dulu gejala awal kesemutan tersebut. Kalau hanya karena kaki atau tangan tertekuk terlalu lama, biasanya kesemutan akan hilang dengan sendirinya, setelah kaki atau tangan diluruskan.

Sementara kesemutan yang disebabkan faktor lain, maka pengobatannya disesuaikan dengan faktor penyebabnya, yakni dengan menghilangkan atau meminimalisasi faktor penyebab tersebut. Jika disertai nyeri, salah satu kemungkinan adalah myalgia, yakni nyeri otot dan jaringan ikat. "Pada umumnya, diperlukan vitamin B 12 (cyanocobalamine) untuk memperbaiki myelin (selaput) saraf dalam waktu lama. "Namun, vitamin B 12 hanya bersifat simptomatis (mengurangi keluhan), kecuali pada kesemutan yang nyata-nyata disebabkan defisiensi B 12," sebutnya.

Kesemutan yang disebabkan kurangnya asupan vitamin B12, ternyata tidak saja dialami orang tua. Namun, Siswi SMA Tarakanita Jakarta, Dwi Athawijaya mengaku telah menjalani pengobatan sejak tiga bulan lalu ke dokter neurologis atau spesialis saraf. Gejala awal kesemutan itu menurut Dwi dialaminya di sekitar jari-jari tangan.

"Awalnya, saya kira biasa saja. Namun, kesemutan tidak berhenti. Setelah diperiksa ternyata penyebabnya adalah kekurangan asupan vitamin B 12," tutur Dwi Athawijaya.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Tanda-tanda Anak Punya Gangguan Mental

Jakarta, Gangguan mental kadang tidak terdiagnosis termasuk pada anak-anak. Untuk itu peneliti mengeluarkan daftar 11 tanda agar orangtua lebih mudah mengenali masalah mental pada anak.

Beberapa tanda seperti perasaan sedih selama 2 minggu atau lebih bisa menunjukkan gejala depresi, ketakutan yang intens atau kekhawatiran dalam melakukan kegiatan sehari-hari bisa jadi merupakan gangguan kecemasan. 

Tapi kadang hal ini tidak disadari, terutama pada anak-anak yang belum dapat menjelaskan apa yang dirasakannya.

Karenanya daftar ini dimaksudkan untuk membantu orangtua atau masyarakat agar lebih mudah mengenali masalah mental pada anak sehingga bisa menerima penanganan dan pengobatan yang tepat.

Studi sebelumnya menunjukkan 3 dari 4 anak memiliki masalah kesehatan mental termasuk gangguan attention-deficit/hyperactivity (ADHD), gangguan makan dan gangguan bipolar yang tidak terdiagnosis sehingga tidak mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

"Banyak orangtua yang bingung apakah anaknya memiliki masalah, karenanya daftar ini dibuat untuk mempermudah identifikasi sehingga pengobatan lebih efektif," ujar Dr Peter S Jensen, profesor psikiatri di Mayo Clinic, seperti dikutip dari LiveScience, Selasa (1/11/2011).

Berikut ini 11 tanda peringatan anak memiliki masalah mental yang sudah diterbitkan dalam jurnalPediatric yaitu:
1. Merasa sangat sedih atau menarik diri selama 2 minggu atau lebih

2. Berusaha untuk menyakiti atau membunuh diri sendiri, atau bahkan memiliki rencana untuk melakukannya

3. Tiba-tiba merasa takut luar biasa tanpa alasan yang jelas, kadang disertai dengan detak jantung dan napas yang cepat

4. Terlibat dalam beberapa kali perkelahian, menggunakan senjata atau berkeinginan untuk menyakiti orang lain

5. Memiliki perilaku diluar kendali yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain

6. Tidak mau makan, memuntahkan makanan atau menggunakan obat pencahar untuk menurunkan berat badan

7. Ketakutan atau kekhawatiran yang intensif dan terus menerus dalam melakukan kegiatan sehari-hari

8. Sangat sulit dalam berkonsentrasi atau menempatkan diri pada suatu lingkungan sehingga bisa membahayakan diri atau menyebabkan kegagalan sekolah

9. Penggunaan obat atau alkohol yang berulang

10. Perubahan suasana hati yang parah sehingga menyebabkan masalah dalam hubungan pertemanan atau keluarga

11. Perubahan perilaku dan kepribadian yang drastis

Peneliti mengungkapkan jika orangtua melihat salah satu dari tanda-tanda ini pada anak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan mental untuk mengevaluasi kejiwaan.

Selain itu diharapkan dengan adanya panduan tanda-tanda ini bisa membantu orangtua dalam membedakan antara perilaku yang normal dari masa kanak-kanak dengan tanda dari masalah mental.


Sumber : Detik.com